Pada awalnya Litbang Remdec. Kemudian dari berbagai diskusi di Remdec tentang
perkembangan gerakan sosial di Indonesia telah memunculkan kesepahaman bahwa
turut serta mewujudkan cita-cita transformasi sosial melalui upaya-upaya
sistematik tidak bisa lagi ditempatkan di Remdec.
Dibutuhkan wahana baru yang dapat menjalankan peran Litbang, sekaligus sebagai
area belajar bersama antar individu-individu yang selama ini bergelut dalam
kerja-kerja penguatan organisasi, baik itu ornop maupun organisasi rakyat.
Menjawab kebutuhan diatas, dibentuklah sebuah institusi berbasis keanggotaan,
sebuah perkumpulan yang didirikan pada tanggal 1 Mei 2002. Nama perkumpulan ini
: praxis, Institut Manajemen dan Pengembangan Sumberdaya untuk Transformasi
Sosial / Resource Management and Development Institute for Social
Transformation.
Sampai saat ini sudah 52 orang bergabung sebagai anggota sekaligus pendiri
Perkumpulan, yang berasal dari berbagai kalangan: seluruh pemegang saham dan
pool of consultants/facilitators Remdec, dan aktor-aktor kunci gerakan sosial
lainnya di beberapa wilayah
Visi
Seperti yang sudah disebutkan pada Latar Belakang, visi praxis adalah turut
serta mewujudkan tatanan sosial / masyarakat yang demokratis, berkeadilan sosial
dan gender, menjaga kelestarian lingkungan, menghormati dan menegakkan Hak Asasi
Manusia, sehingga kelompok masyarakat yang tertindas / terpinggirkan memiliki
kekuatan ruang dan sumberdaya ekonomi, politik maupun budaya yang cukup untuk
mewujudkan identitas dan cita-cita bersama dalam tatanan sosial itu.
Misi
Para Anggota perkumpulan praxis percaya bahwa cita-cita tersebut diatas hanya
dapat terwujud dengan terus menerus mengembangkan dan menggulirkan:
- Wacana dan strategi kearah gerakan sosial.
- Upaya penguatan kapasitas organisasi masyarakat sipil agar efektif sebagai
bagian dari gerakan rakyat.
- Orientasi penguatan kapasitas wilayah / lokal sebagai bagian dari strategi
desentralisasi sumberdaya (politik, ekonomi dan budaya).
- Arah arus perspektif gender dari pinggiran ke arus utama.
Strategi Program
Usaha mewujudkan misi tersebut dilakukan melalui:
- Pengembangan: (i) instrumen, modul fasilitasi/konsultasi dan penguatan
kapasitas, (ii) Studi/kajian tentang gerakan sosial, (iii) Dokumentasi dan
konseptualisasi pengalaman fasilitasi, (iv) Model penguatan kapasitas wilayah,
(v) Kontekstualisasi gender (vi) Media belajar elektronik sebagai media
informasi untuk memperkuat strategi penguatan dan pembelajaran.
- Pengelolaan dan pengembangan proses pembelajaran/pengayaan
(enrichment/cross fertilization) serta dialog antara anggota.
- Pengembangan dialog, sinergitas diantara para pemegang kunci perubahan
pelbagai tingkat, sektor dan wilayah.
Pengurus
Untuk pertama kalinya, praxis dipimpin dan dijalankan oleh
Dewan Pengurus:
- Sylvia Tiwon (Ketua),
- Wilarsa Budiharga (Wakil Ketua),
- Ayi Bunyamin (Sekretaris I),
- Mimmy Kowel (Sekretaris 2),
- Tri Angganis Aniti Dewi (Bendahara).
Dan sebagai Dewan Pengawas:
- Roy jiong (Ketua),
- Sucipto (Anggota),
- Tini Hadad (Anggota).
|